Jika anda ingin melihat fotografi atau suku anak dalam maka letakkan panah ke laman fotografi dan klik, maka anda akan masuk ke laman fotografi dan silahkan anda pakai panah kebawah untuk melihat foto yang tersedia.



LANGIT TANPA BATAS

Manusia adalah mahluk yang memiliki banyak keterbatasan, namun ada yang tidak terbatas pada manusia yaitu imajinasi dan kemauan, oleh sebab itu eksplorasilah dan kendalikan kedua hal tersebut, dan mintalah hanya kepada Allah SWT, karena izin Allah SWt lah semua imajinasi dan kemauan dapat diujudkan. Jangan lupa meminta kepada Yang Maha Pencipta, Yang Maha Pemurah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang

Selasa, 16 Maret 2010

KRREATIVITAS PANCASILAIS

PANCASILA SEBAGAI DASAR KREATIVITAS BANGSA INDONESIA
Oleh Dede Martino

Indonesia Bangsa yang Besar

Indonesia adalah bangsa yang besar, kebesaran bangsa Indonesia sudah sepatutnya kita sadari sejak awal, gunanya bukan untuk menyombongkan diri melainkan untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Besarnya bangsa Indonesia dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, misalnya dari segi besarnya jumlah penduduk, keragaman budaya, keragaman bahasa, keragaman agama, luas wilayah darat dan lautan, kualitas sumber daya manusia, keragaman biodiversitas, besarnya sumber daya alam di daratan maupun di lautan.

a. Besarnya Jumlah Penduduk.
Bila ditinjau dari segi jumlah penduduknya, Indonesia jauh lebih besar bila dibandingkan dari tetangganya seperti Singapura, Brunai darusalam, Malaysia, Vietnam, Thailand, Jepang, dan Papua Nugini. Jumlah penduduk ini bagaikan pedang bermata dua, ia bisa menjadi potensi yang besar untuk menggerakkan pembangunan, akan tetapi juga bisa menjadi beban pembangunan. Kemampuan Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia akan menjadi kunci utama untuk mengubah jumlah penduduk sebagai penghambat menjadi motor penggerak pembangunan, sejauh mana keberhasilan dalam pembangunan kualitas tersebut akan tergambar dari produktivitas bangsa Indonesia.

Salah satu contoh nyata dari pentingnya pengembangan kualitas dapat dilihat dari sejauh mana sebuah negara dapat bertahan pada waktu dunia dilanda krisis ekonomi. Pada tahun 2004 dan 2009 ini, semua negara terkena dampak krisis ekonomi tanpa terkecuali, namun Thailand, Singapura, Malaysia, Brunai Darusalam, Slandia Baru dengan cepat bangkit kembali dari krisis teresebut, Indonesia sangat sulit untuk bangkit.

Bila ditinjau dari jumlah manusianya kita memiliki potensi untuk lebih cepat mengalami penyembuhan dibandingkan negara lain, namun ada satu hal yang membuat kita tidak dapat membuatnya menjadi potensi penggerak untuk keluar dari krisis tersebut, yaitu jumlah realatif entrepreneur Indonesia yang kurang dari standar untuk negara-negara berkembang yaitu kecil dari 2%. Singapura memiliki jumlah entrepreneurnya telah melebih standar tersebut dan sudah mencapai 4% dari jumlah penduduknya.

Bila dilihat dari potensi kualitas intelejensia anak bangsa, kita tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut, karena bila kita membangun sistem pengembangan pendidikan yang mengarah ke pengembangan kualitas maka kita akan dapat mengubah jumlah penduduk menjadi potensi pembangunan. Hal ini telah dibuktikan oleh segelintir pendidik negri ini sehingga anak muda Indonesia mengukir prestasi berbagai olimpiade sain dan perancangan robot di tingkat dunia, akan tetapi dalam berjalannya waktu, sistem yang kita bangun belum dapat memaksimalkan peran mereka dalam pembangunan negara. Contoh tentang hal secara kasat mata terlihat adalah tidak mampunya sistem perpolikan bangsa Indonesia secara mengoptimalkan peran Habibie setelah era reformasi untuk pengembangan teknologi kedirgantaraan Indonesia.

b. Besarnya Potensi Budaya

Keragaman budaya di Indonesia sangat besar, sehingga dengan besarnya keragaman tersebut membuat kebudayaan Indonesia menjadi sumur ide, dan parawisata yang tak akan kering untuk digali dan ditimba. Namun sampai saat ini kekayaan budaya tersebut mulai ketar ketir disaingi oleh budaya baru seperti Disneyland, dan Punk. Bahkan sebagian lagi budaya Indonesia seperti Reog Ponorogo hampir dicaplok negara lain, sehingga bangsa Indonesia seperti kebakaran jengot.

Indonesia yang dikenal dengan budaya batiknya ternyata tidak berkembang teknologinya, hal tersebut baru kita sadari setelah Nathan Polsky mendaftarkan Method and Kit for Batik Art dengan No. Patent. US 6,821 303 B2 pada tanggal 23 November 2004 di Amerika Serikat. Kondisi ini sungguh diluar dugaan dan memalukan, karena pengelolaan budaya kita belum sampai pada mendorong pelaku dan pemikir kita untuk mengembangkan teknologinya.

Mengapa kekayaan budaya yang kita miliki tidak dapat kita optimalkan sebagai motor penggerak yang mewarnai sistem perdagangan di tingkat dunia? Sepertinya kita belum bisa melihat peluang yang sebegitu besar di depan mata kita, terutama yang berhubungan kekayaan budaya yang kita miliki.

C. Besarnya Sumber Daya Alam

Begitu juga dengan sumber daya alam yang kaya, Indonesia sangat dikenal dengan remah-rempahnya semenjak zaman dahulu, dan sampai saat ini pun rempah-rempah tersebut juga di konsumsi oleh masyarakat dunia. Namun di dalam perdagangan dunia, rempah Indonesia dihargai murah, sehingga seberapapun jumlah rempah yang kita hasilkan tetap saja hanya akan menguras sumber daya alam apabila harga jualnya tidak sebanding dengan biaya produksinya. Kata kunci dari hal tersebut adalah minimnya peningkatan nilai tambah yang dilekatkan pada produk sumber daya alam kita, sehingga menyebabkan harganya tidak berkembang ke arah yang lebih baik, kemudian belum optimalnya pengembangan sistem pendukung perdagangan rempah-rempah yang efisien.

Sumber daya alam berupa hasil tambang sangat banyak, mulai dari minyak, emas, platina, mineral lainnya juga sangat kaya. Namun dalam prakteknya hasil yang didapatkan dari tambang tidak dapat menutupi tingkat kerusakkan akibat eksploitasinya. Gas yang kita tambang ternyata memakmurkan orang luar, dan seolah-olah menelantarkan industri pupuk dalam negeri, sehingga kita ketar-ketir dalam penyediaan pupuk murah untuk petani.

Indonesia memiliki hutan berkulitas tinggi, hutan Indonesia merupakan sumber karagaman jenis yang terkaya di tingkat dunia, keragaman hutan Indonesia berpotensi untuk menghasilkan beragam produk alam seperti obat-obatan, pewarna alami, dan bahan baku industri yang berkualitas tinggi. Namun potensi tersebut belum diaktualisasikan secara optimal menjadi motor penggerak pembangunan. Dengan berjalannya waktu, praktek eksploitasinya telah menghancurkan hutan dengan kecepatan yang luar biasa. Bahkan fungsi-fungsi utama hutanpun tidak dapat kita pertahankan sebagaimana mestinya, sehingga kita sudah mulai menuai hasilnya dalam bentuk bencana alam yang semakin kerap frekuensinya.

ADA APA DENGAN KITA

Sumber daya alam yang kaya dan budaya yang beragam, serta sumber daya manusia yang berlimpah ternyata belum optimal dipergunakan untuk menggerakan pembangunan ke arah yang lebih menguntungkan kita untuk bersaing dengan negara-negara lain yang lebih kecil dari kita. Kebesaran yang kita miliki ternyata belum dapat dimanfaatkan secara baik, melainkan menjadi batu sandungan sehingga negara kita sulit untuk menggeliat dibidang ekonomi, sehingga prediksi dunia bahwa kita akan menjadi Macan Asia hanyalah isapan jempol saja. Ada apa dengan kita?

Kepada Bapak Ciputra pernah ditanyakan kepadanya mengapa Indonesia sangat sulit untuk bangkit pada saat di terpa krisis ekonomi, jawabnya adalah kita mengalami masalah besar pada kreativitas, selayaknya kreativitas ini dimiliki mulai dari mentri hingga tukang sapu. Pernyataan ini tidak dapat kita bantah karena produk kreativ dan inovatif yang mampu kita hasilkan sangat minim, hal ini tergambar dari kecilnya data pengajuan Hak Kekayaan Intelektual pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.


UBAH POSISI LINGKARAN SETAN MENJADI LINGKARAN SUKSES

Lingkaran setan yang membelenggu bangsa Indonsia membuat negara mengalami kesulitan untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik, contoh lingkaran setan tersebut adalah pendapatan negara kita kecil, sehingga gaji pengawai kecil, akibatya keseriusan pegawai dalam pekerjaan menjadi mengendur dan akhirnya pembangunan menjadi lamban, karena lambannya pembangunan pendapatan negara menjadi kecil. Kasus ini seperti yang mana dulu telur atau ayam.

Untuk dapat keluar dari lingkaran setan tersebut, kita sebaiknya mengerti dulu apa yang dimaksud dengan lingkaran setan. Lingkaran setan merupakan suatu rangkaian yang saling terkait, saling pengaruh-mempengaruhi, kelemahan di satu bagian menyebabkan ketidak berdayaan keseluruhan rangkaian, sehingga kemajuan di bagian lain tidak dapat menggerakkan rangkaian menjadi lebih baik. Lingkaran setan ini baru bisa di hancurkan apabila semua bagian rangkaian berusaha mengubah posisinya secara bersamaan ke arah prestasi dan kesuksesan. Perubahan dapat dilakukan dengan menggunakan cara kreativ dan inovatif, hanya kreativitas yang dapat mengubah suatu keterbatasan atau hal yang tidak mungkin menjadi mungkin dan tidak diperkirakan sebelumnya.

Untuk keluar dari lingkaran setan yang bertumpu pada kelemahan bangsa kita sudah waktunya untuk di ubah menjadi lingkaran kesuksesan. Proses yang paling ampuh untuk mengangkat lingkaran setan menjadi lingkaran kesuksesan adalah dengan melakukan usaha perubahan oleh segenap bangsa Indonesia dari segala lini, kreativitas adalah tenaga penggerak utama yang dapat diandalkan untuk itu. Tahap demi tahap perubahan akan terjadi apabila jiwa kreativitas bangsa ini terus dibangun di segala lini, baik itu ditingkat swasta, pemerintahan, dan masyarakat.

KREATIVITAS SEPERTI APA YANG MESTI KITA LAKUKAN

Bila dilihat dari defenisinya, kreativ adalah kemampuan mental dan berbagai jenis ketrampilan khas manusia yang dapat melahirkan pengungkapan yang bersifat unik, berbeda, orisinil, sama sekali baru, indah, efisien, tapat sasaran dan tepat guna. Sebagian lagi menyatakan bahwa kreativitas adalah merupakan kemampuan untuk melihat, menyadari, bersifat peka dengan tidak mengikuti begitu saja ukuran-ukuran yang dianut oleh kaum mapan dan menanggapinya. Semua tanggapan yang dihasilkan merupakan cetusan daya kerohanian dan seluruh kepribadian yang merupakan aktualisasi kehidupan, cetusan tersebut tidak dapat diterka dan diramalkan sebelumnya dan menimbulkan dinamika pembawa perubahan yang berarti dan bisa saja menyimpang dari ramalan ilmiah.

Pertanyaan kreativitas seperti apa yang mesti kita lakukan, merupakan langkah awal yang mesti dijawab oleh bangsa Indonesia. Langkah ini menjadi penting karena apabila kita melakukan kreativitas dengan tujuan akhir yang berbeda-beda, maka hal tersebut akan dapat meyebabkan barisan nasional menjadi kocar kacir tak tentu arah, hal yang demikian bukan saja memboroskan energi akan tetapi juga akan memboroskan biaya dan tidak fokusnya pembiayaan yang mesti dianggarkan negara, swasta dan masyarakat. Akhirnya tujuan utama bangsa sesuai dengan yang tercantum dalam pembukaan UUD 45 akan menjadi sulit dicapai secara efisien dan efektif.

Agar kreatvitas bangsa Indonesia menjadi lebih terarah dan tajam, maka diperlukan suatu wadah yang memberikan rambu-rambu pengembangan kreativitas tersebut. Satu-satunya norma pembatas yang telah disepakati oleh bangsa Indonesia adalah Pancasila, oleh sebab itu sudah sepantasnyalah Pancasila dipakai sebagai norma pengarah kreativitas bangsa Indonesia.

Setiap pengembangan kreativitas yang kita lakukan sebaiknya kita sadari sebagai salah satu karunia yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dalam penerapannya sebaiknya tidak bertentangan dengan nili-nilai ketuhanan yang kita anut. Setiap kreativitas yang kita buat sebaiknya menyebabkan kita menjadi lebih beradab dan tidak melupakan nilai-nilai keadilan untuk manusia lainnya. Setiap kreativitas yang kita buat selayaknya menambah khasanah persatuan Indonesia. Setiap kreativitas yang kita buat di dalam sistem bernegara mengarah selayaknya memperkaya khasanah demokrasi di segala bidang, baik itu demokrasi dibidang kesehatan, demokrasi di bidang ekonomi kerakyatan, demokrasi dibidang pendidikan, dan demokrasi disegala bidang. Setiap kreativitas yang kita buat sebaiknya mendatangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada hakekatnya munculnya suatu kreativitas tersebut berawal dari suatu cara berfikir bebas tanpa batasan, sehingga bisa menjelajah wilayah berfikir yang pernah ada sebelumnya, namun dalam memilih alternatif ide untuk diterapkan di tengah masyarakat dibutuhkan saringan-saringan yang bersifat filosofi sehingga dihasilkan produk kreativ yang bersifat inovatif. Oleh sebab itu salah satu ciri khas orang yang kereativ, mereka mamahami filosofi-filosofi tertentu yang pada proses kreativnya mereka pergunakan agar produk kreativnya dapat berguna secara optimal bagi masyarakat luas. Penggunaan nilai-nilai Pancasilas sangat penting pada tingkat pemilihan alternatif hasil berfikir kreativ mereka.

Setelah bebas berfikir seorang yang kreativ akan kembali membumi untuk mengaplikasikan ide briliannya, Pancasila sangat dibutuhkan agar pada saat membumi kita masih merasa sebagai orang Indonesia dengan cara berfikirnya yang khas bila dibandingkan dengan bangsa lain. Diharapkan kreativitas yang kita miliki tidak mencerabut kita dari akar budaya yang pernah kita miliki.

Dengan demikian diharapkan pancasila akan menjadi penuntun arah pengembangan kreativitas bangsa Indonesia menuju sukses. Sumberdaya alam, sumber daya manusia, sumber daya budaya dapat saja terbatas, namun usaha untuk berubah tanpa batas.

Kesimpulan

Pancasila dapat kita pergunakan untuk sebagai suatu kekuatan untuk mengembangkan kreativitas bangsa dan dipergunakan untuk mengubah lingkaran setan kemiskinan menjadi lingkaran kesusesan melalui usaha perubahan secara kreativ di segala lini.

Daftar Pustaka

Anonim, 2008. 45 Butir Nilai Pedoman dan Penghayatan Pancasila. UUD’45 dan Amandemennya. Fokus Media.

Ciputra, 2009. Ciputra quantum leap entrepreneurship mengubah masa depan bangsa dan masa depan anda. Universitas Ciputra Entrepreneurship Centre. PT. Alex Media Komputindo. Jakarta.

Dede Martino, 2009. Kreativitas. Program Mahasiswa Wirausaha, Universitas Jambi, Jambi.

Dede Martino, 2009. Membuat disain produk kreativ dan inovativ. Konsep Pangkalan Ojek Jambi Di Masa Depan. Program Mahasiswa Wirausaha, Universitas Jambi, Jambi.

Wycoff, J. 2003. Menjadi superkreatif melalui metode pemetaan pikiran. Kaifa. Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar